Apa Itu Penelitian

Ketika Anda mendengar atau membaca istilah “penelitian” atau “riset”, kesan seperti apa yang ditimbulkan kata tersebut bagi Anda? Apakah sebuah gambaran yang mengilutrasikan sebuah laboratorium dengan para ilmuwan yang bekerja dengan pembakar Bunsen dan pipa tes? Atau kah sebuah gambaran seorang seperti Einstein yang sedang menulis disertasi tentang sejumlah subjek rumit? Atau mungkin juga seseorang yang mengumpulkan data untuk mempelajari dampak sistem perawatan harian yang baru diperkenalkan terhadap moral karyawan? Tentu saja semua kesan tersebut mewakili aspek penelitian atau riset, namun dalam jenis penelitian yang berbeda. Penelitian, sebuah istilah yang entah bagaimana menakutkan bagi sebagian orang, adalah proses menemukan solusi masalah setelah melakukan studi yang mendalam dan menganalisis faktor situasi.

Uma Sekaran medefinisikan penelitian adalah sebagai sebuah proses penyelidikan investigasi yang terkelola, sistematis, berdasarkan data, kritis, objektif, dan ilmiah terhadap suatu masalah spesifik, yang dilakukan dengan tujuan menemukan jawaban atau solusi terkait. Intinya, penelitian memberikan informasi yang diperlukan untuk memandu peneliti mengambil keputusan yang terinformasi agar bisa memecahkan masalah secara sukses. Informasi yang diperoleh bisa berasal dari analisis mendalam terhadap yang dikumpulkan dari tangan pertama (sumber primer), atau data yang telah tersedia (data sekunder), seperti dari perusahaan, industri, arsip, dan lain-lain. Data tersebut bisa berupa data kuantitatif, yang umumnya diperoleh melalui pertanyaan terstruktur, atau berupa data kualitatif, yang dihasilkan dari jawaban yang luas terhadap pertanyaan spesifik dalam wawancara, atau dari informasi dari berbagai sumber yang telah ada sebelumnya.

Jadi, dapat dipahami bahwa penelitian mengindikasikan sebuah proses untuk menemukan jawaban atas sebuah masalah dengan langkah-langkah terentu. Inti utama yang harus kita pahami sebelum melakukan penelitian atau riset adalah masalah penelitian itu sendiri. Sebab, masalah penelitan tersebut yang akan kita cari tahu jawaban atau solusinya. Jika kita tidak paham perihal masalah penelitian, sangat tidak mungkin kita dapat melakukan penelitian atau riset itu lebih lanjut. Barulah setelah kita dapat merumuskan sebuah masalah penelitian, kita dapat melakukan langkah lebih lanjut dari proses penelitian hingga penelitian tersebut berakhir dengan dicapainya tujuan atau jawaban atas masalah yang ada.

Referensi: Uma Sekaran

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More